CNN Mandiri Indonesia

CNN Mandiri Indonesia Adalah Situs Yang Menyajikan Kabar Berita Hari Ini, Terpercaya, Serta Berita Viral Lengkap Dan Akurat.

Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

25 Jun 2020

3 Tips Sehat Mengonsumsi Mi Instan


CNN Mandiri Indonesia ~ Mi instan banyak sekali dikaitkan dengan dampak buruk bagi kesehatan. Sebenarnya, ada lho tips sehat mengonsmsi mi instan agar dampaknya tidak buruk-buruk amat.

Baru-baru ini heboh kisah pria T asal Bogor yang divonis dokter tidak bisa mengonsumsi mi instan selamanya. Pria ini mengidap radang kerongkongan hingga muntah darah dan dikhawatirkan kondisinya bisa menjadi kanker.

"Bahkan, rekor yang pernah gue alami adalah tiga kardus dalam waktu tiga minggu," tulis T di akun Facebooknya yang kemudian viral.

Ahli pencernaan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, pola makan tidak sehat yang dilakukan T, seperti mengonsumsi mi instan secara berlebihan bisa menyebabkan komplikasi masalah kesehatan.

"GERD dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Hal ini terjadi karena asam lambung atau isi lambung yang naik dapat menyebabkan luka pada dinding dalam kerongkongan, Rabu (24/6/2020).

Berikut berbagai alasan yang membuat makan mi instan terlalu banyak dapat berakibat buruk bagi tubuh, berikut cara mengakalinya.

1. Risiko penyakit jantung

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Journal of Nutrition, terungkap bahwa orang yang mengonsumsi mie instan dalam jumlah yang tidak wajar memiliki risiko lebih tinggi mengalami sindrom metabolik, serangkaian gejala termasuk memiliki tekanan darah tinggi, kadar kolesterol HDL yang rendah, dan peluang lebih tinggi penyakit jantung, diabetes dan stroke.

Solusi :

Penting untuk membatasi asupan mi instan agar terhindar dari penyakit. dr Denny Handoyo Kirana, SpOnk-Rad dari Siloam Hospitals MRCCC Semanggi mengatakan batas aman makan mi instan dalam sepekan adalah satu sampai dua kali.

"Jadi kalau dimakan dalam jumlah yang cukup sesekali misalnya dalam seminggu satu atau dua, masih oke, tapi ya jangan pagi, siang, sore, makan mi instan," jelasnya saat dihubungi detikcom, Rabu (24/6/2020).

2. Mengandung banyak garam

Tidak mengherankan jika mi instan mengandung banyak garam, yang dapat mempengaruhi kesehatan seseorang secara keseluruhan. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Hypertension pada tahun 2014, ditemukan bahwa konsumsi natrium makanan tinggi diakui sebagai salah satu faktor utama dalam tingkat kematian yang tinggi dalam 23 studi kasus terakhir. Natrium tambahan ini juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan penyakit jantung.

Solusi :

Cara mengakali kandungan garam berlebihan dalam seporsi mi instan adalah dengan tidak menggunakan bumbu penyedapnya. Agar tidak terasa hambar, ganti bumbu penyedap dengan kecap dan minyak wijen juga tambahkan sejumput garam untuk menambah cita rasa.

3. Sulit dicerna

Mi instan dapat 'terjebak' di sistem pencernaan sehingga proses pencernaannya bisa dilakukan selama berjam-jam. Ini tentu dapat mengganggu kadar gula darah dan pelepasan insulin jika dikonsumsi terlalu cepat. Mi instan membuat proses pencernaan menjadi lambat.

Solusi :

Kandungan serat dalam mi instan juga sangat minim sehingga membuatnya sulit dicerna. Menambahkan sayuran seperti brokoli atau sayuran lain bisa membuat mi instan lebih 'aman' untuk dikonsumsi. Tapi sekali lagi, tak boleh berlebihan ya!

Hallo Buat Kamu Yang Masih Ragu Buat Mencari Bandar Togel Online TerpercayaBuruan Yakinkan Pilihan Kamu Hanya Di Mandiri Togel Dan Anda hanya Tinggal klik link yang berikut ini www.togelmanto.com Tunggu Kapan Lagi, Buruan Daftar Ya, Salam JP

Post Top Ad

Your Ad Spot

Halaman