CNN Mandiri Indonesia

CNN Mandiri Indonesia Adalah Situs Yang Menyajikan Kabar Berita Hari Ini, Terpercaya, Serta Berita Viral Lengkap Dan Akurat.

Breaking

Post Top Ad

Your Ad Spot

26 Jul 2020

Bejat Kalah Main Remi Gadis ABG Ini Diperkosa Kakak Ipar


CNN Mandiri Indonesia ~Seorang warga Indralaya Selatan, Ogan Ilir, Sumatera Selatan, yang berinisial RAP (20) ditangkap aparat Unit Perlindungan Perempuan dan Anak atau PPA Polres Ogan Ilir karena telah memerkosa adik iparnya, warga Kecamatan Tanjung Raja Barat, Ogan Ilir.

Dalam menjalankan aksi bejatnya itu, RAP sempat mengancam akan membunuh korban yang masih berusia 15 tahun jika korban berteriak minta tolong. Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir AKP Robby Sugara dalam press release, Jumat (24/7/2020), mengatakan, RAP ditangkap berdasarkan laporan keluarga korban.

Setelah melakukan penyelidikan dan mendapat bukti yang cukup, polisi menahan pelaku RAP di Jalintim Simpang Muara Meranjat, Kecamatan Indralaya, Ogan Ilir, Selasa (21/7/2020) pukul 12.15 WIB. Lokasi keberadaan pelaku diketahui berdasarkan informasi dari masyarakat.

"Saat ditangkap, pelaku tidak melakukan perlawanan dan pasrah ketika di giring ke Mapolres Ogan Ilir," jelas Robby Sugara.

Robby menjelaskan, kejadian pencabulan itu berawal saat korban sedang menyapu di rumah pelaku. Pelaku RAP lalu mengajak korban bermain kartu remi dengan hukuman dijentik telinganya kalau kalah. Dalam permainan, pelaku menang dan korban kalah sehingga harus dihukum jentik telinga.

Pelaku kemudian mengajak korban ke kamar untuk dihukum jentik telinga. Setelah korban berada di kamar, pelaku langsung menarik tangannya dengan kuat sampai korban terguling di atas badan pelaku. Selanjutnya pelaku memerkosa korban dengan mengancam dengan pisau.

Mendengar jawaban korban, sang istri mencari suaminya, tetapi sudah duluan kabur.  Selanjutnya, istri pelaku melapor ke kakek korban yang kemudian kasus ini dibawa ke kantor polisi.

"Dalam kejadian itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa pakaian luar dan pakaian dalam milik korban. Polisi juga sudah memegang alat bukti surat visum et repertum korban dari rumah sakit," tambah Robby.

Untuk mempertanggungjawabkan atas perbuatannya, pelaku RAP terancam pasal tindak pidana pencabulan atau persetubuhan terhadap anak di bawah umur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak atau Pasal 81 Undang-Undang RI Nomor  17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman di atas 10 tahun penjara.

Post Top Ad

Your Ad Spot

Halaman